Buat keluarga besar DREAMTEAM makasi banget buat apresiasinya
Menanggapi ucapan selamat Ely, makasih banget
well hasil yang saya peroleh bukan karena kemampuan saya tapi karena
karya Tuhan Yesus, doa mami saya yang selalu menyertai perjalanan karir
saya di Oriflame serta support dr malaikat kecil saya Maddy yang selalu
ribut mau naik panggung en pegang papan CA tiap rekognisi , para upline
tercinta yang selalu mensupport saya Elysabeth Ongkojoyo dan ShirLey TheResia LiM dan tentunya ga lepas dari prestasi TEAM luar biasa yang bekerja bersama saya selama ini
TEAM 1: Rita Yue
donlen 1 sekaligus SM dan Dir pertama en sedang kualifikasi SGD dari
Palembang dengan coreteamnya yang uda berkembang pesat dan berprestasi
luar biasa di Palembang Anna Lie, July Huang DT, Lina, Marina, Yoeni, Merly
Tim Aini Octavian Shi, Fransiska Chiieka, Fenny Lavenia di Pamanukan, tim Rony Lan di Batam, Mell, Rita Lian, Agus Elin di Jakarta
TEAM 2: Arny Jiang
di Surabaya , Director kedua yang bulan ini lagi berjuang Open Gold
Director en baru lahiran SM ke 2 nya Fadhila di Gorontalo yang bsa jadi
SM dgn 40 member di jaringannya padahal ga dikasi punya FB sama
suaminya, pny SM pertama seorang oma umur 68 taon dr Malang yg dibantu
anaknya Hosi di Penang en Miko di Jakarta, dan pny coreteam keren ga
cuma di Surabaya tapi ada Mimie di Kapuas, Jansens di Ambon, Aprilia di
Jogja
Devi Fransisca,
SM dari Bogor yg br lahir bulan Mei 2013kemarin join di Mar 2012 sempet
vakum dr Jun-Nov 2012 en baru aktif lagi di Dec 2012 en jadi SM dalam 6
bulan punya jaringan keren Yanti en Fenti di Bangka , Lea, Yeye, Nina
di Jakarta en Dora di Singkawang
TEAM 3: Liana Robin,
SM dari Lampung yang dalam 2 bulan lagi akan naik level jadi Director
dengan tim kerennya Cindy dari Bandung, miss Yanti en Helen dari
Lampung, Shirley en Fitri dari Jakarta
TEAM 4: Indri Bayijagoan,
SM dari Purwokerto si IRT Super Rempong yg urus duo krucil tanpa nanny,
bantu suami jaga toko, urus mertua en rumah, pny OS yg lagi berkembang,
di tengah kerempongannya bsa jadi SM dalam 5 bulan, dengan tim kerennya
Yanti Novita, Astrid Kusumawidjaja , Jeanny Kazama, Yunita Eka dr
Jakarta en Yenni Tjong dr Medan
Well setelah dilihat ternyata 5
Dir/calon Dir saya ini dari luar kota semua ya (∩.∩)づ ƗƗeƗƗe ツ
Palembang, Surabaya, Lampung, Bogor en Purwokerto. Karena 17 bln lalu
ketika memulai bisnis ini pun saya ga menyangka akan punya hasil seperti
ini. Karena waktu itu saya cuma mau pny gaji 8.5 jt kek last salary
saya tapi Oriflame sekarang kasih saya 2x lipat. Dan sekarang saya
berasa ini adalah keajaiban yang menjadi nyata
There can be miracles, when you believe
Though hope is frail, it's hard to kill
Who knows what miracles you can achieve
When you believe, somehow you will
Saya cuma mau membuktikan bahwa IRT yang terbatas keluar rumah bukan
berarti ga bisa berprestasi. Kalau niat kita tulus untuk membantu
banyak orang pasti jalan kita dimudahkan oleh Tuhan. Mari ciptakan
miracle itu dalam hidup kita semua.
Ingat DREAMTEAM masih punya
peer 100 SM DT 2013 dan sekarang baru ada 29 SM means berarti masi ada
71 SM to go. So jangan pernah cepat puas dengan prestasi yang ada. Yang
uda jadi SM/Director mari cetak lebih banyak SM utk DT, yang belum jadi
SM cepat2lah jadi SM demi kemajuan klub. Mari jadikan DT klub no 1 di
Indonesia en itu semua ga akan bisa tanpa partisipasi kalian.
YUK DREAMTEAMKAN NEWSLETTER EN PANGGUNG DIRSEM ORIFLAME 2014 WE CAN DO IT!!!!! (ง'̀⌣'́)ง
BR
FANY
Sabtu, 29 Juni 2013
Qualifier Sapphire Director pertama dari DREAMTEAM
Apresiasi dari upline, motivator, mentor, saingan, en sahabatku :)
Makasi yaa ELY jadi terharu hiks
Merupakan sebuah kebanggaan, memperkenalkan downline saya yang 1 ini. Bukan downline lagi tapi bisa dibilang sparing partnerku, temen, musuh, saingan, sahabat, apalagi ya?
Sifat kami bertolak belakang, tapi visi kami sama: membantu banyak orang untuk memiliki kehidupan yang lebih baik dengan berbisnis bareng Dream Team Indonesia dan tidak menelantarkan keluarga.
Orang ini saya prospek selama 3 bulan dan merupakan salah satu downline paling annoying yang saya punya.
Ambisi gila dari cetusan iseng saya "Kita harus punya 100 SM di director seminar 2014!" itu diamininya dengan kerja keras
Ia adalah ibu rumah tangga dengan satu orang putri, 99% menjalankan Oriflame secara online dari rumah dan memiliki jaringan besar di Jakarta, Pamanukan, Palembang, Surabaya dan Purwokerto.
Seorang Stefany Rhema menjadi Qualifier Sapphire Director pertama dari Dream Team Indonesia hanya dalam 18 bulan sejak join Oriflame.
Congratulations and i salute you!
Warm Regards,
Elysabeth Ongkojoyo
Founder of Dream Team
Jumat, 28 Juni 2013
ORANG BODOH VS ORANG PINTAR
ORANG BODOH VS ORANG PINTAR
Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya berbisnis…
Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang pintar.
Walhasil boss-nya orang pintar adalah orang bodoh.
Orang bodoh sering melakukan kesalahan,
maka dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah.
Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.
Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnyamencari kerja.
Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk
membayari proposal yang diajukan orang pintar.
Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato,maka dia menyuruh orang pintar untuk membuatnya.
Orang bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH).
oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar
untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.
Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan,
sementara itu orang pintar percaya.
Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh.
Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada di atas.
Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu yang dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar.
Walhasil orang orang pintar menjadi staf-nya orang bodoh.
Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan,dia PHK orang-orang pintar yang berkerja.
Tapi orang-orang pintar DEMO. Walhasil orang-orang pintar‘ meratap-ratap ‘ kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.
Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu
untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh
menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.
Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit.
Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.
Bill gate (Microsoft), Dell, Hendri (Ford),
Thomas Alfa Edison, Tommy Suharto, Liem Siu Liong (BCA group).
Adalah contoh orang-orang yang tidak pernah dapat S1),
tapi kemudian menjadi kaya.
Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka.
Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.
PERTANYAAN :
Mendingan jadi orang pinter atau orang bodoh??
Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh ???
Mana yang lebih mulia antara orang pinter atau orang bodoh??
Mana yang lebih susah, orang pinter atau orang bodoh??
KESIMPULAN :
Jangan lama-lama jadi orang pinter,lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh.
Jadilah orang bodoh yang pinter daripada jadi orang pinter yang bodoh.
Kata kunci nya adalah 'resiko' dan 'berusaha'
karena orang bodoh perpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil,selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil.
Orang pinter berpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk
selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut. Dan
mengabdi pada orang bodoh…
Dimanakah posisi anda saat ini…
Berhentilah meratapi keadaan anda yang sekarang…
Ini hanya sebuah Refleksi dari semua Retorika dan Dinamika kehidupan.
Semua Pilihan dan Keputusan ada ditangan anda untuk merubahnya,
Lalu perhatikan apa yang terjadi…
Stay Super…..
Salam,
MARIO TEGUH
Kamis, 27 Juni 2013
Kenapa wanita harus bisa punya income sendiri?
Kisah :
---------------
Ibu ini sungguh sangat cantik, berpakaian cukup rapih, tapi ada bekas-bekas guratan kesedihan di wajahnya yang tidak bisa disembunyikan..
Hidupnya ketika awal menikah, sungguh bahagia.. Dengan suami yang sangat menjaga istrinya, suami yang pengertian, setia. lalu mereka juga dianugerahi 4 putra yang menambah kebahagiaan rumahtangga mereka..
Tapi setelah 17 tahun menikah, datanglah suatu hari yang tidak disangka-sangka mengubah hidup mereka 180 derajat... Takdir tak dapat ditolak, dalam perjalanan berangkat mengajar sang suami meninggal dunia karena kecelakaan motor.
Sejak hari itu, kehidupan mereka berubah.. Sang istri yang selama 17 tahun menikah, memang dilarang sang suami untuk bekerja atau berdagang, jadi ibu rumahtangga saja.. tiba-tiba harus menjadi tulang punggung keluarga, istilahnya kepala jadi kaki dan kaki jadi kepala.. Dan saat itu menjadi single parent bagi 4 anak laki-laki dimana si sulung sudah beranjak remaja (membutuhkan figur ayah) tidaklah mudah, terutama juga secara finansial butuh dana yang lebih untuk biaya sekolah mereka... oiya, anak laki-laki memasuki masa remaja itu biasanya mengalami masa pemberontakan ...
Sampai akhirnya karena tidak punya skill dan modal si ibu ini harus bekerja apa saja, ketika dia diterima bekerja yang ada shift malamnya, timbullah fitnah.. Tidak hanya dari tetangga, tapi juga dari keluarga suaminya.. Singkat cerita, fitnah ini lambat laun termakan oleh si anak sulung, hingga dia menuntut sang ibu keluar dari rumah tersebut, karena rumah ini harta warisan sang ayah untuk anak-anaknya dan hendak mereka jual untuk biaya hidup. Dengan hati yang terluka, si ibu menahan agar jangan sampai kata-kata kutukan akibat amarah keluar dari mulutnya, yang dia ucap saat itu hanya, 'ingat nak, suatu saat nanti yang kamu cari itu IBUMU'
Demikianlah keluarga mereka tercerai-berai, sang ibu kembali mencari pekerjaan dengan menjadi TKW di Malaysia, itupun tidak luput dari penipuan oleh agennya. Setelah setahun di Malaysia, kembali ke Indonesia, dia cukup kaget melihat anak-anaknya tidak terurus di rumah keluarga almarhum suaminya, putus sekolah, bahkan si sulung terkena narkoba.. Nyaris tanpa masa depan, padahal anak-anaknya dulu rajin mengaji loh.. Si anak memandang dengan rindu pada kasih sayang ibunya, tapi malu akan perlakuan dia di masa lalu..
Sementara si Ibu, tanpa menunggu permintaan maaf si anak, langsung mengambil tindakan, 'Ayo nak, kita berkumpul kembali, kita mulai lagi dari nol'
Alhamdulillah, sekarang si ibu sudah berkumpul kembali, sudah tinggal serumah walaupun masih mengontrak, si sulung sudah bekerja membantu si ibu mencari nafkah untuk membiayai sekolah adik-adiknya juga..Rupanya hari itu si Ibu ini ingin bertemu mertuaku untuk mengucapkan terimakasih atas supportnya di masa sulit dahulu
--------------------
Sungguh luar biasa hikmah yang kudapatkan...
1. Bisa jadi saat ini kita hidup dengan aman dan nyaman, semuanya terpenuhi.. hingga membuat kita terlena akan persiapan masa depan, terlupa bahwa Allah senantiasa mempergilirkan hari hamba-hambanya, bahwa kehidupan itu ibarat roda yang berputar, jika saat ini ada di atas, bisa jadi esok ada di bawah...
Sama seperti si Ibu yang dulu mungkin tidak pernah terfikir hal ini akan terjadi dalam hidupnyaSo, seorang perempuan, mau dia masih berada di bawah tanggung jawab ayahnya, atau suaminya, tetap harus mandiri... punya penghasilan sendiri.. setidaknya punya skill atau keahlian
Maka berbisnis/mengasah skill itu penting dimulai sekarang juga, karena tujuannya memang untuk masa depan, bukan dalam hitungan hari atau bulan.. tapi untuk setahun atau bahkan 5-10 tahun ke depan, dan juga untuk persiapan di masa sulit...
2. Daku ingiin sekali mengetuk pintu hati para suami, yang... yaaa aku tau maksudnya baik, gak mau ngeliat istrinya repot, atau kecapean atau merasa dirinya sebagai suami masih sanggup menafkahi, masih sanggup membiayai masa depan, atau ingin menjaga istrinya dari konsumsi publik lah, dll deh pokoknya.... , hingga mereka melarang istrinya berkarya, berbisnis atau menimba ilmu (menambah skillnya)...
Tapi maaaaap bangeeet, siapa yang bisa menjamin sang suami akan terus sehat, akan terus bisa bekerja menafkahi, kalau suatu saat takdir berkata lain.....? Menurutku seorang suami wajib memikirkan kehidupan para pewarisnya (terutama istri dan anak-anaknya) sepeninggalnya kelak...
Seorang istri yang tidak diberi ruang untuk mengekspresikan dirinya, setidaknya lewat bakat yang sudah dia miliki, contohnya seperti si ibu ini , 17 tahuuuun ngurusin rumaaaaah ajaaa... maka semua skill yang dia punya menjadi tumpuuull.. coba deh para laki ngerasain di rumah aja, bolak balik cuma ngurusin dapur-kamartidur-kamarmandi, pasti juga akan mati rasa *ya gak bu-ibu..
Iyaaa tau kok, memang ada kekhawatiran nanti sang istri akan teralihkan fokusnya dari mengurus keluarga dan rumahtangga, tapi kan ada alternatifnya... bisa mencari pekerjaan freelance misalnya, atau jadi guru TK/TPA yang tidak fullday, atau yaa menjalankan bisnis online atau usaha dari rumah saja... selama ada kerjasama suami-istri untuk urusan rumahtangga, komunikasi yang baik dan keduabelah pihak bisa saling terbuka menerima pendapat, insya Allah semuanya itu akan mudaah Coba liat Khadijah, beliau juga pebisnis, lalu Zainab Binti Jahsy beliau istri Nabi yang dapat julukan 'panjang tangan' karena rajin menyamak dan menjahit kulit lalu dijual dan hasilnya disedekahkan... Istri Rasulullah yang lain, Hafshah binti Umar, memilih untuk belajar menulis indah dan Rasulullah pun memanggilkan guru khusus untuknya. Jadi walaupun menjadi istri Rasulullah, mereka tetap berkarya, bahkan menghasilkan ..
---------------------
Nah buatku saat itu, kenapa jadi makin kuat mau berbisnis Oriflame, karena memang menjalankannya bisa dari rumah, bisa melalui online, banyak skill yang dipelajari... dah gitu, jelas successplannya untuk masa depan, jelas targetnya untuk setahun atau 5 tahun mendatang.. keuntungan apa saja yang bisa dicapai, dan sudah ada bukti teman-teman yang berhasil mencapainya, dengan cara kerja yang bisa dicontoh dan langsung dipraktekkan.. begitchuuu loh!
Rabu, 26 Juni 2013
Dari Catatan DAHLAN ISKAN
DARI CATATAN DAHLAN ISKAN:
Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS
Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR
Jika setiap do’a kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR
Seorang yang DEKAT dengan TUHAN, bukan berarti tidak ada AIR MATA Seorang yang TAAT pada TUHAN, bukan berarti tidak ada KEKURANGAN.
Seorang yang TEKUN berdo’a, bukan berarti tidak ada masa masa SULIT
Biarlah TUHAN yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena TUHAN
TAU yang tepat untuk memberikan yang TERBAIK
Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN
Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN
Ketika hatimu terluka sangat dalam maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN
Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN
Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN
Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu
sedang belajar tentang KEMURAH – HATIAN
Tetap Semangat ….
Tetap Sabar ….
Tetap Tersenyum ...
Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN TUHAN menaruhmu di “tempatmu” yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN”.
Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan.MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIRMATA
sedang belajar tentang KEMURAH – HATIAN
Tetap Semangat ….
Tetap Sabar ….
Tetap Tersenyum ...
Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN TUHAN menaruhmu di “tempatmu” yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN”.
Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan.MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIRMATA
Memang setiap diri kita terkadang ingin serba instan, menggapai sesuatu
ingin dengan cepat, tanpa mau bekerja keras, Padahal setiap keberhasilan
akan selalu ada hambatan, tantangan, kendala bahkan air mata dan
pengorbanan. Ini semua harus disikapi dengan kerja keras, ketekunan,
kesabaran, pantang menyerah dan ketangguhan untuk hasil yang lebih baik.
Kalaupun memang kita sudah bekerja keras, tekun, tangguh, sabar, ikhtiar
yang maksimal dan disertai do’a, namun di mata masih terlihat gagal,
tapi yakinlah di hadapan Allah tidak ada yang sia- sia.
Senin, 24 Juni 2013
OSCAR PISTORIUS: THE BLADE RUNNER
BAGI penggemar olahraga atletik, tentu kiranya tidak asing mendengar
pelari tingkat internasional, Oscar Pistorius. Mendengar nama pelari
kelahiran Afrika Selatan tersebut pasti akan dikaitkan dengan
kecacatannya. Ya, Oscar tidak mempunyai tulang betis sejak kelahirannya
dan orangtuanya terpaksa mengamputasi kakinya.
Jiwa sebagai olahragawan sejati tampaknya memang telah menghujam pada sosok Oscar. Berbagai kegiatan olahraga di sekolah dasarnya mulai dari tenis, kriket, sepak bola, dan gulat diikutinya. Hanya satu olahraga yang tidak disukainya adalah lari dikarenakan kaki palsunya yang tidak mendukung untuk berlari.
Memasuki sekolah lanjut atas, jiwa Oscar tercurah pada olahraga rugby. Ia bahkan masuk daftar pemain rugby sekolahnya. Namun, pada 21 Juni 2003 Oscar mengalami cedera serius pada pertandingan rugby. Setelah menjalani fisioterapi di Scince Intitute pihak Oscar disarankan agar ia berkosentrasi pada lari cepat sebagai model terapi selanjutnya yang paling efektif agar sendi lututnya cepat sembuh sehingga bisa bermain rugby kembali.
Pada Juni 2004, seorang kolega ayahnya, mengundang Oscar ke AS untuk mencoba produk kaki palsu terbarunya yang bernama Cheetah yang dibuat dari serat karbon. Dan Cheetah ini telah memberikan ‘kebebasan’ dikarenakan daya tahan dan keringanannya. Ketika mulai berlatih lari cepat guna bisa bermain rugby kembali, sedikit-demi sedikit Oscar jusru menyukai atletik. Alasan mendasarnya adalah kaki palsu terbarunya tersebut lebih terasa nyaman dan mudah ketika dibuat berlari.
Setelah tiga minggu menjalani program latihan, Oscar menjalani pertandingan lari 100 meter pertama kalinya. Dan Oscar berhasil pada urutan pertama mencatatkan dirinya dalam waktu 11,72 detik. Malahan, catatan Oscar tersebut ternyata memecahkan rekor dunia untuk pelari penyandang cacat. Setelah terus memperbaiki catatannya tersebut serta tampil di Pesta Olahraga Penyandang Cacat Afrika Selatan, Oscar diberitahu bahwa dirinya akan mewakili Afrika Selatan dalam Paralimpiade di Athena tahun 2004.
Pada Paralimpiade Athena tersebut, pertandingan lari jarak 200 meter, Oscar dengan tekad, semangat, dan usaha keras akhirnya berhasil memenangkan medali emas.
Keberhasilannya dalam menyabet medali emas dan seiring dengan terus membaiknya catatan waktunya, banyak kalangan yang menaruh curiga pada kaki palsu Oscar. Mereka beranggapan bahwa Cheetah telah memberikan kelebihan dan keuntungan yang berarti.
Oscar tentu saja menyanggah tuduhan semacam itu. Oscar berdalih bahwa kaki palsunya itu hanya terbuat dari serat karbon dan sudah ada di pasaran lebih dari sepuluh tahun dan sudah dipakai oleh para atlet penyandang cacat lainnya.
Maret 2007, IAAF yan merupakan Asosiasi Internasional Federasi Atletik dunia mengumumkan pelarangan penggunaan peralatan apa saja yang dirancang untuk meningkatkan penampilan atlet. Dan tentunya banyak pihak yang menduga aturan terbaru IAAF tersebut ditujukan kepada seorang Oscar yang akan bertanding atletik internasional untuk orang normal. Alhasil, pasca keputusan IAAF tersebut membuat ia gagal mengikuti kejuaraan atletik di Glasgow.
Karena memunculkan kontroversi serta banyaknya dukungan terhadap karier Oscar kedepannya, maka, pihak IAAF menjadwal tes bulan November 2007 pada kaki palsunya untuk benar-benar membuktikan bahwa kaki palsunya memberikan keuntungan atau tidak.
Profesor Bruggemann (IAAF) menyampaikan pendapatnya dengan menjelaskan bahwa kaki palsu dari serat karbon tersebut ternyata memberikan keuntungan mekanis dengan disertai dengan berbagai data statistik yang meyakinkan.
Maka langkah cepat yang harus diambil oleh Oscar dan manajernya adalah dengan mengajukan banding atas putusan IAAF tersebut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) di Swiss.
Pihak Oscar berusaha mengumpulkan tim yang terdiri dari beberapa profesor dibidangnya. Mereka kembali melakukan tes pada kaki Oscar dengan menjalankan tes VO2 yang merupakan tes yang paling cocok untuk kasus Oscar. Tak lama kemudian, terlihat sangat jelas bahwa hasil yang dikeluarkan oleh IAAF sangat berbeda dengan tes yang sedang dijalani Oscar di Amerika Serikat itu.
Pada 16 Mei 2008, CAS memutuskan bahwa kaki palsu Oscar tidak memberi keuntungan sama sekali dibandingkan atlet lainnya serta keputusan IAAF terdahulu batal demi hukum serta Oscar dapat bertanding kembali seperti dulu.
Kejuaraan Paralimpiade Beijing telah menanti. Dan Oscar terjun pada tiga nomor berbeda, Yakni: 100, 200, dan 400 meter. Episode manis akhirnya tercipta di Beijing. Tiga nomor tersebut ia sabet dengan medali emas sekaligus mengukir sejarah dengan memecahkan rekor dunia.
Kisah atlet yang hampir bernasib sama dengan Oscar (penyandang cacat) memang banyak. Namun, kisah Oscar tersebut di atas terasa berbeda. Titik perbedaannya adalah pada perjuangannya dalam menghadapi cibiran dan dalam menyanggah berbagai tuduhan bahwa kaki palsu Cheetahnya yang dianggap memberikan keuntungan teknis itu direspon dengan memberikan jawaban secara ilmiah yang dikemukakan dari para ahli bahwa hal itu hanyalah omong kosong belaka.
Tak cuma itu, Oscar juga berupaya menghilangkan diskriminasi yang sering dialaminya dan para atlet cacat lainnya yang seringkali dianggap sebelah mata. Setidaknya pembuktian kecepatan kaki Oscar yang mampu bersaing dengan kaki-kaki para atlet normal sekelas Olimpiade menjadi salah satu bukti nyata dalam usaha menghilangkan bentuk diskriminasi terhadapnya.
Tiga medali emas yang ia rengkuh pada Paralimpiade Beijing semata-mata didapatkannya melalui latihan keras, semangat, dan kedisplinan tinggi. Kisah Oscar di atas, tentunya sedikit banyak telah memberikan inspirasi kepada kita semua agar selalu berusaha menjadi yang terbaik di bidang kita masing-masing meskipun tentunya ditengah banyaknya keterbatasan yang ada pada diri kita juga.
Jiwa sebagai olahragawan sejati tampaknya memang telah menghujam pada sosok Oscar. Berbagai kegiatan olahraga di sekolah dasarnya mulai dari tenis, kriket, sepak bola, dan gulat diikutinya. Hanya satu olahraga yang tidak disukainya adalah lari dikarenakan kaki palsunya yang tidak mendukung untuk berlari.
Memasuki sekolah lanjut atas, jiwa Oscar tercurah pada olahraga rugby. Ia bahkan masuk daftar pemain rugby sekolahnya. Namun, pada 21 Juni 2003 Oscar mengalami cedera serius pada pertandingan rugby. Setelah menjalani fisioterapi di Scince Intitute pihak Oscar disarankan agar ia berkosentrasi pada lari cepat sebagai model terapi selanjutnya yang paling efektif agar sendi lututnya cepat sembuh sehingga bisa bermain rugby kembali.
Pada Juni 2004, seorang kolega ayahnya, mengundang Oscar ke AS untuk mencoba produk kaki palsu terbarunya yang bernama Cheetah yang dibuat dari serat karbon. Dan Cheetah ini telah memberikan ‘kebebasan’ dikarenakan daya tahan dan keringanannya. Ketika mulai berlatih lari cepat guna bisa bermain rugby kembali, sedikit-demi sedikit Oscar jusru menyukai atletik. Alasan mendasarnya adalah kaki palsu terbarunya tersebut lebih terasa nyaman dan mudah ketika dibuat berlari.
Setelah tiga minggu menjalani program latihan, Oscar menjalani pertandingan lari 100 meter pertama kalinya. Dan Oscar berhasil pada urutan pertama mencatatkan dirinya dalam waktu 11,72 detik. Malahan, catatan Oscar tersebut ternyata memecahkan rekor dunia untuk pelari penyandang cacat. Setelah terus memperbaiki catatannya tersebut serta tampil di Pesta Olahraga Penyandang Cacat Afrika Selatan, Oscar diberitahu bahwa dirinya akan mewakili Afrika Selatan dalam Paralimpiade di Athena tahun 2004.
Pada Paralimpiade Athena tersebut, pertandingan lari jarak 200 meter, Oscar dengan tekad, semangat, dan usaha keras akhirnya berhasil memenangkan medali emas.
Keberhasilannya dalam menyabet medali emas dan seiring dengan terus membaiknya catatan waktunya, banyak kalangan yang menaruh curiga pada kaki palsu Oscar. Mereka beranggapan bahwa Cheetah telah memberikan kelebihan dan keuntungan yang berarti.
Oscar tentu saja menyanggah tuduhan semacam itu. Oscar berdalih bahwa kaki palsunya itu hanya terbuat dari serat karbon dan sudah ada di pasaran lebih dari sepuluh tahun dan sudah dipakai oleh para atlet penyandang cacat lainnya.
Maret 2007, IAAF yan merupakan Asosiasi Internasional Federasi Atletik dunia mengumumkan pelarangan penggunaan peralatan apa saja yang dirancang untuk meningkatkan penampilan atlet. Dan tentunya banyak pihak yang menduga aturan terbaru IAAF tersebut ditujukan kepada seorang Oscar yang akan bertanding atletik internasional untuk orang normal. Alhasil, pasca keputusan IAAF tersebut membuat ia gagal mengikuti kejuaraan atletik di Glasgow.
Karena memunculkan kontroversi serta banyaknya dukungan terhadap karier Oscar kedepannya, maka, pihak IAAF menjadwal tes bulan November 2007 pada kaki palsunya untuk benar-benar membuktikan bahwa kaki palsunya memberikan keuntungan atau tidak.
Profesor Bruggemann (IAAF) menyampaikan pendapatnya dengan menjelaskan bahwa kaki palsu dari serat karbon tersebut ternyata memberikan keuntungan mekanis dengan disertai dengan berbagai data statistik yang meyakinkan.
Maka langkah cepat yang harus diambil oleh Oscar dan manajernya adalah dengan mengajukan banding atas putusan IAAF tersebut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) di Swiss.
Pihak Oscar berusaha mengumpulkan tim yang terdiri dari beberapa profesor dibidangnya. Mereka kembali melakukan tes pada kaki Oscar dengan menjalankan tes VO2 yang merupakan tes yang paling cocok untuk kasus Oscar. Tak lama kemudian, terlihat sangat jelas bahwa hasil yang dikeluarkan oleh IAAF sangat berbeda dengan tes yang sedang dijalani Oscar di Amerika Serikat itu.
Pada 16 Mei 2008, CAS memutuskan bahwa kaki palsu Oscar tidak memberi keuntungan sama sekali dibandingkan atlet lainnya serta keputusan IAAF terdahulu batal demi hukum serta Oscar dapat bertanding kembali seperti dulu.
Kejuaraan Paralimpiade Beijing telah menanti. Dan Oscar terjun pada tiga nomor berbeda, Yakni: 100, 200, dan 400 meter. Episode manis akhirnya tercipta di Beijing. Tiga nomor tersebut ia sabet dengan medali emas sekaligus mengukir sejarah dengan memecahkan rekor dunia.
Kisah atlet yang hampir bernasib sama dengan Oscar (penyandang cacat) memang banyak. Namun, kisah Oscar tersebut di atas terasa berbeda. Titik perbedaannya adalah pada perjuangannya dalam menghadapi cibiran dan dalam menyanggah berbagai tuduhan bahwa kaki palsu Cheetahnya yang dianggap memberikan keuntungan teknis itu direspon dengan memberikan jawaban secara ilmiah yang dikemukakan dari para ahli bahwa hal itu hanyalah omong kosong belaka.
Tak cuma itu, Oscar juga berupaya menghilangkan diskriminasi yang sering dialaminya dan para atlet cacat lainnya yang seringkali dianggap sebelah mata. Setidaknya pembuktian kecepatan kaki Oscar yang mampu bersaing dengan kaki-kaki para atlet normal sekelas Olimpiade menjadi salah satu bukti nyata dalam usaha menghilangkan bentuk diskriminasi terhadapnya.
Tiga medali emas yang ia rengkuh pada Paralimpiade Beijing semata-mata didapatkannya melalui latihan keras, semangat, dan kedisplinan tinggi. Kisah Oscar di atas, tentunya sedikit banyak telah memberikan inspirasi kepada kita semua agar selalu berusaha menjadi yang terbaik di bidang kita masing-masing meskipun tentunya ditengah banyaknya keterbatasan yang ada pada diri kita juga.
STOP SELF DOUBT!!!
Seorang
juara sejati tidak mengenal istilah “TIDAK BISA”-bahkan dalam benak nya
tidak ada kata-kata tersebut. Yang ada hanyalah kata “BISA” dan “MARI
KITA COBA LAGIi” !
(Herdy Hutabarat)
Rudy Hartono, pahlawan
bulu tangkis Indonesia yang memiliki segudang prestasi dunia, memulai
latihannya lewat suatu tempat yang kecil seperti gudang dengan
penerangan serta fasilitas lapangan bulu tangkis yang sangat terbatas.
Justru lewat kesulitan-kesulitan seperti itulah ia membangun sikap tidak
mau menyerah. Karena sudah terbiasa dengan banyak kesulitan dan
tantangan, mental Rudy Hartono terbentuk dengan sikap “aku bisa”.
Rudy Hartono, maestro bulutangkis Indonesia pernah juara All England 8
kali (1968 – 1976) dan dengan prestasi hebatnya dianggap sebagai
Pahlawan Asia (Asia Hero) oleh majalah Time. Gelar Pahlawan Asia hanya
diberikan kepada 2 orang Indonesia : Bung Hatta pahlawan pembangunan
bangsa, pendiri negara Indonesia dan Rudi Hartono.
Konon
menurut cerita, ketika final All England melawan Sven Pri dari Denmark
di set ke-3 penentuan ia sempat tertinggal 1-14, namun karena spirit
“aku bisa” yang dia miliki serta tidak mau menyerah, maka perlahan-lahan
satu demi satu dia merebut angka dan mengejar ketinggalannya sampai
akhirnya ia berhasil menggulingkan musuhnya tersebut dan menjadi juara
dunia All England.
SIAP JADI JUARA TEMAN? BERHENTI MERAGUKAN DIRI SENDIRI !!!
Langganan:
Postingan (Atom)




